18 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, NTT dan NTB Alami Kekeringan, Kurang Hujan dengan Kategori Ekstrem

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 25 Juli 2024 - 01:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

18 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, NTT dan NTB Alami Kekeringan. (Pixabay.com/hbieser)

18 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, NTT dan NTB Alami Kekeringan. (Pixabay.com/hbieser)

PUSATSIARANPERS.COM  – Sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat sudah mulai mengalami kekeringan ekstrem setelah nyaris tiga bulan tidak diguyur hujan. Sebanyak 18 kabupaten/kota dan puluhan kecamatan di tiga provinsi tersebut mengalami kekeringan akibat kurang hujan dengan kategori ekstrem. BMKG menilai atas kondisi tersebut semua pihak secara lintas sektor pada tingkat pusat maupun daerah harus mengambil langkah mitigasi. Dan melakukan penanggulangan secara saksama demi mengurangi dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat. Kekeringan ekstrem dapat berimplikasi terhadap potensi gagal panen atau perubahan periode tanam. Juga semakin berkurang ketersediaan air bersih, hingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di NTB, NTT, Jatim. Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan hal itu di Jakarta, Rabu (25/7/2024). Oleh karena itu, BMKG berharap, upaya mitigasi dan penanggulangan perlu ditingkatkan. Khususnya pada sejumlah sektor tersebut setidaknya sampai dengan September yang diprakirakan menjadi akhir puncak musim kering tahun ini. “Termasuk potensi gangguan kesehatan masyarakat salah satunya dari penyebaran penyakit demam berdarah juga perlu diperhatikan.” “Karena musim kering dapat meningkatkan frekuensi gigitan nyamuk,” kata dia. Tim ahli klimatologi BMKG melaporkan sampai dengan Sabtu (20/7/2024) setidaknya ada lima kabupaten dan kota di Provinsi NTT yang mengalami kekeringan ekstrem. Karena tidak diguyur hujan dalam waktu yang lama, sejak akhir Mei 2024. Sebanyak lima kabupaten dan kota di NTT itu, Kota Kupang (Kecamatan Kota Raja, Alak, Maulafa, Kota Lama, Oebobo, Kelapa Lima selama 92 hari tanpa hujan). Kabupaten Belu (Kecamatan Atambua Selatan selama 91 hari), Sumba Timur (Pandawai, Kahaungu Eti selama 89 hari tanpa hujan). Sabu Raijua (Sabu Barat, Hawu Mahera selama 76 hari), dan Kupang (Sulamu selama 64 hari). Untuk Provinsi NTB tercatat tiga kabupaten dan kota meliputi Lombok Timur (Kecamatan Sambelia selama 88 hari tanpa hujan). Bima (Belo, Palibelo selama 85 hari), dan Dompu (Pajo selama 85 hari). Kekeringan melanda 10 kabupaten dan kota di Provinsi Jatim meliputi Kota Probolinggo (Kecamatan Kademangan, Leces, Mayangan selama 90 hari). Probolinggo (Gending, Sumber, Sumberasi, Kraksaan, Pajarakan selama 90 hari), Jember (Gumuk Mas selama 87 hari), Kediri (Ngadiluwih, Kras selama 87 hari). Kabupaten Pasuruan (Gondang Wetan, Pohjentrek selama 86 hari), Situbondo (Kapongan, Mangaran selama 86 hari). Banyuwangi (Pesawaran, Bajulmati, Alas Buluh selama 85 hari), Blitar (Kanigoto, Wonodadi, Udanawu, Sanakulon, Serengat selama 85 hari). Mojokerto (Tromilulan selama 85 hari), dan Tulungagung (Kalidawir, Karang Rejo, Rejotangan selama 85 hari). Musim kering juga mulai melanda 45 persen zona musim Indonesia sampai dengan pertengahan Juli 2024, meliputi sebagian Aceh. Sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Bengkulu, sebagian Jambi, sebagian sumatera Selatan, sebagian Lampung sebagian Banten. Ssbagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, dan sebagian Papua Selatan.*** Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Haibisnis.com dan Infoemiten.com Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloup.com dan Harianjayakarta.com Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional) WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788. Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.
Follow WhatsApp Channel pusatsiaranpers.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wina Armada Sukardi Tutup Usia, Dunia Pers Indonesia Berduka Mendalam
Gala Dinner Prabowo dan Macron Diwarnai Isu Alkohol, Istana Sebut Hanya Minuman Simbolik Non Alkohol
Oteu Herdiansyah Sampaikan Hal Ini di RAC DPC PERADI Cibinong Tahun 2025
Donald Trump Guncang Pasar Minyak dan Peta Diplomasi Timur Tengah, Cabut Sanksi Atas Suriah
Di Istana Nurul Iman Brunei Darussalam, Presiden Prabowo Subianto: Rasanya Ingin Lebih Lama di Sini
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo Dinilai Layak Pimpin Presidential Communications Office (PCO)
Soal Spekulasi Terkait Komunikasi Publik yang Sering Kali Blunder, ini Tanggapan Mensesneg Prasetyo Hadi
Tiongkok Batalkan Kesepakatan Pemisahan Aset TikTok di AS, Buntut Kebijakan Tarif Donald Trump

Berita Terkait

Sabtu, 5 Juli 2025 - 02:56 WIB

Wina Armada Sukardi Tutup Usia, Dunia Pers Indonesia Berduka Mendalam

Sabtu, 31 Mei 2025 - 03:42 WIB

Gala Dinner Prabowo dan Macron Diwarnai Isu Alkohol, Istana Sebut Hanya Minuman Simbolik Non Alkohol

Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:18 WIB

Oteu Herdiansyah Sampaikan Hal Ini di RAC DPC PERADI Cibinong Tahun 2025

Jumat, 16 Mei 2025 - 22:57 WIB

Donald Trump Guncang Pasar Minyak dan Peta Diplomasi Timur Tengah, Cabut Sanksi Atas Suriah

Rabu, 14 Mei 2025 - 14:56 WIB

Di Istana Nurul Iman Brunei Darussalam, Presiden Prabowo Subianto: Rasanya Ingin Lebih Lama di Sini

Berita Terbaru