Home JAWA TENGAH KH Maimun Zubair : Indonesia Berjaya Lagi, Jika Prabowo Menjadi Presiden

KH Maimun Zubair : Indonesia Berjaya Lagi, Jika Prabowo Menjadi Presiden

14916
0
Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang atau kediaman salah satu ulama karismatik tanah air, KH Maimun Zubair. (Foto : Instagram @smudgeartindonesia)

Pusatsiaranpers.com, Rembang – Calon Presiden Prabowo Subianto kembali menyambangi Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang atau kediaman salah satu ulama karismatik tanah air, KH Maimun Zubair pada Sabtu 29 September 2018.

Meski Maimun Zubair berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) atau bukan termasuk partai Koalisi Adil Makmur yang mengusungnya, namun sikap negarawan dan rendah hati keduanya mampu menghapus sekat-sekat tersebut.

Sejarah mencatat! Persahabatan kedua negarawan yang sudah lama terbina ini hanya didasari oleh semangat membangun Indonesia seperti apa yang telah menjadi cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Bahkan Mbah Moen, begitu ia akrab disapa, pernah berujar bahwa hanya Prabowo Subianto yang mampu membawa kembali ibu pertiwi mencapai masa kejayaan seperti masa silam.

“Dengan Prabowo menjadi presiden, Insya Allah Indonesia akan menjadi negara gemah ripah loh jinawi,” ujar Mbah Moen dalam sebuah kesempatan. Pernyataan Mbah Moen ini juga dapat dengan mudah kita temukan pada tayangan Youtube.

Mbah Moen bukan ulama sembarang! Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang usianya akan genap 90 tahun pada Oktober 2018 mendatang ini tidak pernah mengecewakan sang sahabat apalagi berkhianat. Ia pernah berjuang memenangkan Prabowo agar nusantara kembali jaya pada Pilpres 2014.

Apa buktinya? Di Desa Karangmangu atau kediaman Mbah Moen, Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Radjasa menang telak dengan perolehan suara hampir dua kali lipat atas lawannya Jokowi – JK.

Dari situs resmi KPU, Prabowo – Hatta menang telak dengan memperoleh 3223 suara. Sementara pasangan Jokowi – JK cuma memperoleh 1637 suara dari total suara sah di sana yang mencapai 4860.

Demikian dengan Prabowo. Mantan Danjen Kopassus ini juga memiliki peran yang sangat penting bagi roda kendaraan politik yang dinaiki Mbah Moen. Prabowo berjasa menyatukan PPP saat partai berlambang Kabah tersebut terbelah dua.

Sebelum pemilu legislatif 2014 silam, Prabowo bersama Suryadharma Ali (SDA) dan jajaran petinggi PPP menemui Mbah Moen di kediamannya. Prabowo turut memberi sumbang saran kepada sahabatnya demi keutuhan PPP.

Hasilnya, tak lama setelah kedatangan Prabowo Mbah Moen pun pergi ke Jakarta dan mampu mendamaikan dua kubu partai kabah yang sedang bergejolak.

Namun, sering berjalannya waktu dan pergantian penguasa, partai berlambang Kabah itu memalingkan muka. Melupakan jasa dan mencoba memutus persahabatan keduanya. Meski hasilnya tetap tak bisa.

Hari ini Prabowo kembali menyambangi sang Kyai. Dengan kerendahan hati keduanya akan bercengkrama lagi demi nasib ibu pertiwi yang semakin kehilangan jati diri.

Keduanya pun pasti sangat mengerti bahwa Jenderal sejati tak pernah sakit hati, Kyai asli haram hukumnya ingkar janji. Persahabatan pun sampai mati. (*)

Siaran Pers ini dirilis oleh Direktorat Komunikasi dan Media, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.