Home NASIONAL Idul Adha Saat Pandemi, Berkorban untuk Lindungi Diri dan Sesama

Idul Adha Saat Pandemi, Berkorban untuk Lindungi Diri dan Sesama

8
0
Mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla. (Foto: Instagram @jusufkalla)

Pusatsiaranpers.com, Jakarta – Perayaan hari Idul Adha tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 memberikan makna kedisiplinan, seperti saat salat berjamaah nanti. Ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri dan sesama.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengatakan, hari raya Idul Adha memiliki makna kepada umat muslim bahwa dalam hidup ini selalu ada pengorbanan. Menurutnya, pengorbanan yang penuh rasa keikhlasan akan memberikan manfaat kepada sesama.

“Disiplin selalu ada pengorbanan dalam hal ketidaknyamanan dan sebagainya. Tapi itu hal mutlak dilakukan,” pesan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam konferensi pers di Media Center Satgas Nasional, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Ia mengatakan, pengorbanan kita tidak dapat dibandingkan dengan pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihissalam. Pengorbanan umat muslim dibutuhkan pada masa pandemi ini, di samping beribadah, pengorbanan untuk berdisiplin jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan.

“Itu akan menyelamatkan banyak pihak, menyelamatkan jamaah dan kita semuanya,” ujar Jusuf Kalla.

Ia berharap semangat pengorbanan Idul Adha dapat mengakhiri masa sulit pandemi dengan penuh kebahagiaan dan ketakwaan.

Hari raya Idul Adha ini bertepatan dengan suasana waspada, suasana COVID-19, yang bisa menyebabkan musibah besar apabila masyarakat tidak disiplin. “Siapapun penduduk dunia ini, dan termasuk kita semua di Indonesia ini yang akan merayakan hari raya Idul Adha besok hari,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga berpesan umat muslim melakukan dengan penuh disiplin untuk mencegah musibah lebih besar. Kedisiplinan dalam merayakan hari raya Idul Adha esok (31/7/2020) adalah suatu kemutlakan. Protokol Kesehatan harus tetap menjadi pedoman saat salat Idul Adha.

“Jaga jarak masing-masing juga di masjid dan juga di lapangan apabila diadakan di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, lapangan memang sering dianjurkan karena potensi penularan virus SARS-CoV-2 itu lebih mudah teratasi di lapangan terbuka, dibanding dengan masjid yang tertutup. Asal dipenuhi syarat-syarat kesehatan sebagai jarak yang sangat penting, pakai masker, dan tentu cuci tangan dengan sabun. Itu semua adalah kemutlakan.

“Apabila kita ingin tentu selamat tetap beribadah dengan baik, tetap bertemu dengan teman-teman, dan seluruh keluarga kita semuanya,” lanjutnya.

Selanjutnya Jusuf Kalla menyampaikan bahwa Jumat esok akan diselenggarakan dua ibadah dalam sehari. Salat Idul Adha pagi hari dan salat Jumat pada siang hari. Hal itu tentu akan diberikan perhatian bahwa sebelum salat Idul Adha, masjid-masjid harus dibersihkan, disterilkan dengan disinfektan dengan baik.

“Sebelum dilaksanakan, dan tentu karena juga menjelang salat Jumat setelahnya harus dibersihkan lagi,” mintanya.

Itu adalah cara untuk melaksanakan ibadah dengan baik, untuk menjaga jamaah agar tetap dalam keadaan selamat dan baik.

“Karena apabila kita tidak memenuhi itu, maka tentu akan berakibat fatal apabila tidak disiplin masyarakat. Inti daripada COVID itu adalah pertama disiplin, dan intervensi kita untuk mensterilisasi rumah, bangunan-bangunan, kantor-kantor kita, serta seluruh sarana-sarana yang ada. Itu kedua cara yang sangat penting,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa Dewan Masjid Indonesia telah memberikan seruan kepada masjid-masjid. Seruan ini berisi imbuan setelah habis salat lima waktu mengenai tiga hal disiplin, yakni disiplin jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. (npb)