Pusatsiaranpers.com, Jakarta – Sebagai bentuk komitmennya untuk menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan digital nation, iCIO Community.

Perkumpulan Chief Information Officer (CIO) dan Eksekutif di bidang teknologi informasi dan komunikasi perusahaan dan organisasi di Indonesia, hari ini mengumumkan hasil studi “CIO Perspective Study on Industry 4.0” terkait peta jalan Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan pemerintah tahun lalu dalam acara Gathering iCIO Community bersama Kementerian Perindustrian di Jakarta, tepatnya di Veranda Hotel, Jakarta.

Rico Usthavia Frans, Chairman iCIO Communtiy menjelaskan bahwa, “Adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) khususnya cloud, big data & analytics, IoT, artificial intelligence, mobile, automation hingga social media merupakan komponen penting dalam penerapan konsep Industry 4.0 dan chief information officer (CIO) menjadi stakeholder utamanya. CIO dan eksekutif di bidang TIK memiliki peran sentral dalam strategi percepatan dan implementasi TIK di perusahaan dan organisasi untuk meningkatkan kinerja termasuk di dalam penerapan konsep Industry 4.0 yang diyakini banyak pihak termasuk pemerintah akan menjadi kunci dalam pengembangan daya saing di tingkat global”.

Eko S.A. Cahyanto Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mengungkapkan penghargaan dan apresiasinya kepada iCIO Community dengan penyerahan hasil studi ini.

“Kami sangat senang dan berterimakasih kepada iCIO Community yang telah melakukan studi dan menghimpun sudut pandang para CIO yang menjadi membernya dan hasilnya kami terima hari ini. Hasil studi ini akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian yang sangat berkepentingan untuk mempercepat dan memastikan adopsi konsep Industry 4.0 dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 dapat berjalan sesuai rencana dan target,” ujarnya.

Komitmen iCIO Community untuk menjadi mitra bagi pemerintah dalam pemanfaatan TIK akan mendorong inisiatif dan program pemerintah bisa sejalan dan searah dengan kebutuhan industri mengingat pengalaman dan pengetahuan para CIO yang dalam kesehariannya berkutat dengan persoalan pemanfaatan TIK untuk semakin meningkatkan kinerja perusahaan dan organisasi. Kami mengharapkan hari ini bisa menjadi awal yang baik bagi Kementerian Perindustrian dan iCIO Community untuk mempercepat persiapan dan adopsi Industri 4.0 di Indonesia.

iCIO Community terus memperkuat positioning-nya di Indonesia dengan tidak hanya menjadi forum bagi anggotanya untuk berbagi praktik dan strategi kepemimpinan terbaik dibidang TIK, namun menjadi mitra pemerintah dalam pemanfaatan TIK. Kemitraan dengan pemerintah diantaranya pernah dilakukan untuk membantu melakukan audit sistem pelayanan angkutan udara Kementerian Perhubungan hingga Merancang Peta Jalan TIK di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Berdasarkan laporan KPMG bertajuk “Industry 4.0 Investment – don’t leave government incentives on the table” sejumlah negara yang telah lebih maju dalam implementasi Industry 4.0 seperti Kanada, Meksiko, Amerika Serikat, Australia, China, India, Jepang, Korea, New Zealand, Singapura, Perancis, Jerman, Israel, Italia, Belanda, Spanyol, dan Inggris membuat kebijakan khusus untuk mendorong adopsi berbagai teknologi yang terkait Industry 4.0 seperti IoT, analytics, artificial intelligence, robotics, 3D printing, yang ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas teknis, mengembangkan produk dan layanan baru, hingga mendorong peningkatan produktivitas khususnya di industri manufaktur.

“Dengan penyerahan hasil studi ini, kami ingin memberikan insights dan masukan tentang apa yang menjadi tantangan nyata kami selaku CIO dalam mendorong adopsi konsep Industry 4.0 yang telah dan terus kami lakukan dan bagaimana pemerintah bisa membantu khususnya melalui berbagai kebijakan yang lebih “ramah’ kepada teknologi,” kata Abidin Riyadi Abie, Koordinator Divisi Research iCIO Community, Dalam “Indonesia’s CIO Perspective Study on Industry 4.0, yang dilakukan iCIO Community, para CIO mengungkapkan bahwa kebijakan dan dukungan pemerintah menjadi kunci demi kesuksesan inisiatif Industry 4.0. Peran yang bisa dimainkan pemerintah menurut CIO adalah pertama memberikan insentif dan membuat kebijakan untuk mendukung transformasi menuju Industry 4.0; kedua, peningkatan kolaborasi dengan swasta untuk menjawab berbagai tantangan penerapan Industry 4.0 melalui sebuah forum diskusi yang dilakukan secara reguler, dan ketiga adalah terus mendorong peningkatan infrastruktur TIK ke seluruh penjuru Indonesia demi meningkatkan konektivitas. (*)


Siaran Pers atau Press Release ini boleh dikutip dan ditayangkan di media cetak, media siber, atau media online. Sebarkan Siaran Pers ini kepada jurnalis lainnya, agar segera ditayangkan. Terima kasih, jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (Pusatsiaranpers.com) di dalam berita media Anda.