Pusatsiaranpers.com, Saketa – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sebesar 1,39 miliar rupiah kepada korban gempa di Maluku Utara. Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat mengatakan bantuan tersebut lansung di distribusikan ke daerah-daerah terdampak di 9 desa. Kesembilan desa tersebut antara lain Desa Ranga-Ranga, Desa Gane Luar, Desa Samat, Desa Gaimu, Desa Kuwo, Desa Liaro, Desa Tomara, Desa Tomara, Desa Gane Timur, Desa Tanjung Jere, Desa Lemo Lemo.

“Sesuai arahan presiden Jokowi penangan korban bencana alam harus secepatnya. Untuk itu, Kemensos langsung memberikan bantuan berupa beras, lauk pauk, tenda dan santunan bagi korban yang meninggal dunia. Tercatat sebanyak bangunan yang rusak di sembilan desa itu sebanyak 971 unit,” kata Harry di saat meninjau lokasi terparah di desa Gane Dalam, hari ini.

Harry menambahkan besarnya santunan bagi 5 korban meninggal masing-masing sebesar 15 juta rupiah. Kelima korban itu antara lain Aisyah (umur 50 tahun, Desa Gane Luar Kec. Gane Timur Selatan), Asfar Mukmat (umur 25 tahun, Desa Gane Dalam Kec. Gane Barat Selatan), Sagaf Girato (umur 50 tahun, Desa Yomen Kec. Joronga), Wiji Siang (umur 60 tahun, Desa Gane Luar, Kec. Gane Timur Selatan), Saimah (umur sekitar 90 tahun, warga Nyonyifi, Kec. Bacan Timur).

Tagana Tembus Lokasi Tersulit

Sulitnya jalur menuju lokasi titik gempa di desa Gane Luar tidak menyurutkan tim bantuan kementerian sosial terdiri dari Teruna Siaga Bencana, Pendamping PKH dan pilar sosial lainnya untuk mencapai desa itu.

Tim bantuan Kementerian Sosial dipimpin langsung Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat.

Harry menjelaskan untuk bisa mencapai desa Gane Luar sebagai daerah terparah karena gempa tersebut tim bantuan kemensos harus menempuh perjalanan selama 10 jam perjalanan dari kota ternate. Tercatat sebanyak 380 unit rumah mengalami kerusakan di desa tersebut.

“Untuk bisa mencapai desa ini kami harus menggunakan speedboat selama 1 jam perjalanan menuju pelabuhan sofifi. Dari Sofifi kita dilanjutkan menggunakan kendaraan selama 5 jam menuju desa Matuting. Sesampai di desa Matuting perjalanan kita lanjutkan dengan menggunakan sepada motor selama lebih dari 2 jam. Pemilihan sepeda motor tersebut dikarenakan akses menuju kedua desa itu mengalami kerusakan akibat gempa,” kata Harry.

Minimnya transportasi juga menjadi kendala penyaluran bantuan hingga daerah tersulit. “Untuk bisa mencapai kedua desa terparah transportasi satu-satunya adalah dengan menggunakan sepeda motor. Ada juga via laut tetapi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini sangat beresiko bagi penyaluran logistik bantuan,” imbuhnya.

Harry menambahkan dampak gempa yang terjadi pada hari minggu lalu telah menyebabkan rumah rusak sebanyak 971 unit dan 3.104 jiwa terpaksa harus mengungsi karena masih mengalami trauma. “Terdapat 15 titik pengungsian, yaitu Kantor BPBD Halmahera Selatan, Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan, Polres Kabupaten Halmahera Selatan, Mesjid Raya, Kantor LP Halsel, SMEA Amasing, Gunung Bobebo dan sisanya berada di lokasi Kec. Gane Barat dan Timur. Pemerintah akan berusaha memenuhi segala kebutuhan mereka yang menungsi,” kata Harry.

Rencananya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan meninjau langsung pengungsi di desa Gane Dalam pada hari Kamis (18/7/2019) dengan menggunakan heli milik TNI dari pulau Bacan. (*)

Siaran pers ini dirilis oleh Humas Ditjen Linjamsos Kemensos RI.


Siaran Pers atau Press Release ini boleh dikutip dan ditayangkan di media cetak, media siber, atau media online. Sebarkan Siaran Pers ini kepada jurnalis lainnya, agar segera ditayangkan. Terima kasih, jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (Pusatsiaranpers.com) di dalam berita media Anda.