Puratsiaranpers.com, Jakarta – Tersambungnya tol Transjawa, dari Merak ke Surabaya, akan mengakibatkan bangkitan lalu lintas signifikan di jalan tol.

Sangat mungkin kemacetan di jalan tol akan lebih parah daripada kemacetan mudik Lebaran tahun sebelumnya. Pemudik akan bereforia menggunakan jalan tol Transjawa sebagai jalur utama, apalagi diberikan diskon tarif tol.

Selain membludaknya volume traffic, kemacetan lalu lintas di jalan tol dipicu oleh keberadaan rest area. Diperlukan management traffic yang lebih cerdas dan kreatif di rest area jalan tol, agar hal itu tidak terjadi.

YLKI minta Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Korlantas Mabes Polri, pengelola jalan tol, dan dinas perhubungan setempat, untuk mengaudit keandalan rest area jalan tol untuk persiapan mudik Lebaran.

Beberapa hal yang perlu diaudit adalah:

1. Pastikan akses air bersih yang cukup untuk toilet, khususnya toilet umum untuk perempuan. Dan pastikan tidak ada antrian mengular di toilet perempuan, dan karena itu perlu portabel toilet untuk memangkas antrian itu. Maksimum antrian di toilet perempuan seharusnya tidak lebih dari 5 orang. Antrian panjang itulah yang memicu pemudik menjadi lebih lama berada di rest area.

2. Pastikan kondisi toilet bersih, dan dengan petugas jaga yang jelas. Pastikan juga apakah toilet itu gratis atau membayar. Konsumen perlu informasi yang jelas dan konsisten terkait hal itu.  Jangan dinyatakan toilet gratis, tapi petugasnya minta uang kepada konsumen. 

3. Jika perlu sediakan mushola tambahan. Sebab faktanya, antrian berjubel bukan hanya di toilet, tapi juga di mushola/masjid di rest area. Hal ini juga menjadi pemicu kepadatan traffic di rest area, dan akhirnya memicu kemacetan 

4. Pastikan tidak terjadi antrian panjang saat mengisi BBM di SPBU. Ekor antrian itulah yang biasanya memicu kemacetan hingga badan jalan tol;

5. Harus dilakukan buka tutup di rest area tertentu. Rest area di jalan tol yang sudah melebihi kapasitas, maka harus ditutup dan dialihkan pada rest area berikutnya, sampai kondisi lalu lintas mencair kembali. 

6. Pengelola jalan tol juga harus mengontrol harga makanan dan minuman, agar para pemilik warung tidak menjadikan aji mumpung, mengenakan harga pada konsumen seenaknya. Daftar harga harus dicantumkan pada daftar menu.

Demikian sedikit sorotan. Selamat mudik, mudik selamat. (*)

Siaran Pers ini dirilis di Jakarta, Minggu (20/5/2018). Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI. Seluler: 0811-1950-30. Untuk interview tambahan, hubungi : Sudaryatmo (0812-800-2527), dan Agus Suyatno (0818-0828-6535).


Siaran Pers atau Press Release ini boleh dikutip dan ditayangkan di media cetak, media siber, atau media online. Sebarkan Siaran Pers ini kepada jurnalis lainnya, agar segera ditayangkan. Terima kasih, jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (Pusatsiaranpers.com) di dalam berita media Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here